Blog

  • Cara Pakai Claude Code dengan Viberouter API

    Cara Pakai Claude Code dengan Viberouter API

    Apa itu Viberouter?

    Viberouter adalah layanan API router untuk developer Indonesia yang menggunakan Claude CLI, Codex CLI, dan tools AI coding lainnya. Berbeda dengan subscription bulanan yang sering kena limit mingguan, Viberouter menawarkan akses on-demand: beli per jam atau per hari sesuai kebutuhan project.

    Sistem auto-routing Viberouter secara otomatis memilih model AI terbaik (Claude Sonnet, GPT-4, DeepSeek, GLM, Qwen) berdasarkan jenis task yang Anda kerjakan. Overhead routing kurang dari 50ms, dan untuk pengguna Indonesia biasanya lebih responsif dibanding endpoint US langsung karena server berada di region Asia.

    Kenapa Pakai Viberouter untuk Claude Code?

    Claude Code adalah salah satu AI coding assistant paling powerful saat ini, tapi subscription resmi punya limit mingguan yang sering habis di tengah sprint. Viberouter mengatasi masalah ini dengan cara:

    • Tidak ada limit mingguan — bayar sesuai pemakaian, tidak ada reset cycle
    • Akses fleksibel — beli 1 jam untuk hotfix urgent, atau 3 hari untuk sprint penuh
    • Kompatibel penuh — Claude Code tetap pakai command yang sama, hanya ganti endpoint
    • Latency rendah — server di Asia, ping dari Indonesia 30-50ms

    Prasyarat Setup

    Sebelum mulai, pastikan Anda sudah punya:

    • Claude Code CLI terinstall di sistem (Windows, Linux, atau macOS)
    • Akun Viberouter aktif di viberouter.id
    • Paket akses yang sudah dibeli (minimal 1 jam untuk testing)
    • Terminal atau command prompt dengan akses environment variable

    Jika belum install Claude Code, ikuti tutorial setup awal Claude Code untuk pemula terlebih dahulu.

    Langkah 1: Daftar dan Beli Paket Viberouter

    Buka viberouter.id dan daftar akun baru. Setelah login, pilih paket yang sesuai kebutuhan:

    • 1 jam — cocok untuk hotfix atau debugging cepat
    • 1 hari — ideal untuk feature development atau refactoring
    • 3 hari — untuk sprint penuh atau project besar

    Setelah pembayaran selesai, akses langsung aktif tanpa delay. Anda bisa langsung generate API key dari dashboard.

    Langkah 2: Generate API Key

    Masuk ke dashboard Viberouter, klik menu API Keys, lalu klik tombol Generate New Key. API key akan muncul dalam format:

    vbr-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Simpan key ini dengan aman. Jangan commit ke git atau share di public channel. Jika key bocor, segera revoke dari dashboard dan generate key baru.

    Langkah 3: Set Environment Variable

    Claude Code membaca konfigurasi dari environment variable. Anda perlu set dua variable:

    Linux / macOS

    Tambahkan ke ~/.bashrc atau ~/.zshrc:

    export ANTHROPIC_API_KEY="vbr-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx"
    export ANTHROPIC_BASE_URL="https://viberouter.id"

    Lalu reload shell:

    source ~/.bashrc

    Windows (PowerShell)

    Jalankan command berikut di PowerShell:

    [System.Environment]::SetEnvironmentVariable('ANTHROPIC_API_KEY', 'vbr-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx', 'User')
    [System.Environment]::SetEnvironmentVariable('ANTHROPIC_BASE_URL', 'https://viberouter.id', 'User')

    Restart terminal setelah set variable.

    Windows (Command Prompt)

    Buka System Properties → Environment Variables, lalu tambah dua variable baru:

    • ANTHROPIC_API_KEY = vbr-xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
    • ANTHROPIC_BASE_URL = https://viberouter.id

    Langkah 4: Test Koneksi

    Setelah environment variable di-set, test koneksi dengan command sederhana:

    claude-code --version

    Jika muncul versi Claude Code, artinya CLI sudah terinstall dengan benar. Selanjutnya test API connection:

    claude-code "print hello world in Python"

    Jika berhasil, Claude Code akan generate kode Python sederhana dan menampilkan hasilnya di terminal. Response time biasanya 1-3 detik untuk query sederhana.

    Langkah 5: Mulai Coding

    Sekarang Anda bisa pakai Claude Code seperti biasa. Semua command tetap sama, hanya endpoint yang berbeda:

    claude-code "refactor this function to use async/await"
    claude-code "add error handling to API calls"
    claude-code "write unit tests for user service"

    Viberouter akan otomatis routing request Anda ke model terbaik berdasarkan context dan task type. Untuk task coding kompleks, biasanya di-route ke Claude Sonnet. Untuk task sederhana seperti formatting atau documentation, bisa di-route ke model lebih cepat seperti DeepSeek atau Qwen.

    Monitoring Penggunaan

    Dashboard Viberouter menampilkan real-time usage:

    • Total request hari ini
    • Token usage (input + output)
    • Sisa waktu akses (jika paket berbasis waktu)
    • Model distribution (berapa persen request ke Claude, GPT-4, dll)

    Anda bisa set alert untuk notifikasi saat sisa waktu tinggal 1 jam atau token usage mendekati limit.

    Troubleshooting

    Error: “Invalid API key”

    Pastikan API key di-copy dengan benar tanpa spasi atau newline. Cek juga apakah paket akses masih aktif di dashboard.

    Error: “Connection timeout”

    Cek koneksi internet Anda. Jika pakai VPN atau proxy, pastikan viberouter.id tidak di-block. Coba ping manual:

    curl -I https://viberouter.id

    Response lambat atau error 429

    Jika response time tiba-tiba naik atau muncul error 429 (rate limit), kemungkinan ada spike traffic. Viberouter punya auto-scaling tapi butuh 30-60 detik untuk spin up instance baru. Tunggu sebentar lalu retry.

    Tips Optimasi

    • Batch request — untuk task berulang, gabungkan jadi satu prompt besar daripada banyak request kecil
    • Pakai context file — attach file project sebagai context supaya Claude Code lebih paham codebase Anda
    • Set timeout — untuk task kompleks, set timeout lebih tinggi di config Claude Code
    • Monitor token usage — prompt yang terlalu panjang bisa habiskan token cepat, edit prompt jadi lebih concise

    Panduan Lainnya